Variasi Penggunaa Bahasa Alay dalam Kalangan Remaja 3B PBSI UPGRIS
ARTIKEL
Variasi Penggunaa Bahasa Alay dalam
Kalangan Remaja 3B PBSI UPGRIS
Octavia Cahyaningrum Rachman
3B
16410089
octaviacahya98@gmail.com
PENDIDIKAN
BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS
PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS
PGRI SEMARANG
2017
/ 2018
BAB I
A.
Latar Belakang
Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
sekarang sudah mulai jarang di gunakan oleh remaja. Banyak kalangan remaja yang
menggunakan bahasa alay. Karena bahasa alay lebih mudah digunakan dan di anggap
oleh mereka bahasa yang paling keren pada masa kini. Kesulitan dalam penggunaan
Bahasa Indonesia yang baik dan benar membuat para remaja memilih untuk
menggunakan bahasa alay.
Selain itu, remaja tidak ingin selalu
terpaku dalam bahasa baku, yang harus digunakan dengan baik dan benar sesuai
dengan kaidah yang dianjurkan EYD. Seperti yang diketahui bahwa remaja tidak
begitu suka dengan adanya aturan-aturan. Itulah sebabnya mengapa mereka lebih
banyak memilih menggunakan bahasa alay daripada bahasa Indonesia. Apalagi
beberapa dari mereka beranggapan bahwa bahasa alay adalah bahasa gaul, sehingga
seseorang yang tidak menggunakannya akan dianggap ketinggalan zaman.
Kebanyakan dari mereka yang
menggunakan bahasa alay tidak begitu mengerti dan memahami pentingnya berbahasa
Indonesia dengan baik dan benar. Jika hal itu dibiarkan pasti akan berdampak
buruk bagi generasi bangsa kita dalam menggunakan bahasa indonesia yang baik
dan benar. Padahal kita sudah di ajari dari sekolah dasar untuk menggunakan
Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Penggunaan bahasa alay dalam kalangan
remaja biasanya berbentuk tulisan dan lisan. Contohnya saja jika menulis status
di media sosial facebook, instagram, whatsapp dan lain sebagainya. Contoh untuk
penggunaan bahasa alay bentuk lisan yaitu, Linda menolak ajakan Sukma ke acara
Manifesto,”tidak suk, aku mager(malas
gerak).”
Mulai jarangnya remaja menggunakan
Bahasa Indonesia dengan baik dan benar sekarang ini merupakan ancaman besar
untuk negeri kita ini. Ditakutkan jika anak cucu generasi bangsa kita ini tidak
mengenal bahkan tidak menganggap akan pentingnya berbahasa indonesia yang baik
dan benar. Maka dari itu saya tertarik untuk menganalisis artikel ini agar
dapat mengetahui faktor apa saja yang
mempengaruhi penggunaan bahasa alay dalam kalangan remaja dan bagaimana
perkembanagannya saat ini.
B. Rumusan Masalah
1.
Apa
saja faktor yang mempengaruhi berkembangnya bahasa alay di kalangan remaja?
2. Bagaimana
perkembangan bahasa alay dikalangan remaja saat ini?
C.
Tujuan dan Manfaat
a. Tujuan
Tujuan penulisan artikel ini adalah
penulis ingin mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi berkembangnya bahasa
alay dalam kalangan remaja, dan bagaimana perkembangannya saat ini.
b.
Manfaat
Manfaat dari
penulisan artikel ini yaitu agar pembaca mengetahui faktor apa yang
mempengaruhi berkembangnya bahasa dan bagaimana perkembangan bahasa alay di
kalangan remaja
saat ini.
D. Metode
Dalam pembuatan artikel ini saya
menggunakan metode wawancara mendalam. Alasan saya menggunakan metode ini agar
saya dapat lebih mudah mengidentifikasi rumusan masalah langsung dari
narasumber yang bersangkutan.
E. Teori
1. Dalam buku
sosiolinguistik karya Abdul Chaer, bahasa adalah lambang bunyi yang bersifat
arbitreratau mana suka, adanya hubungan antara lambang dan yang di
lambangkannya tidak bersifat wajib, dapat berubah serta tidak dapat dijelaskan
mengapa lambang tersebut mempunyai makna tertentu.
2. Menurut Koentjara Ningrat, alay
merupakan suatu gejala yang dialami oleh anak muda di Indonesia yang ingin
diakui statusnya.
3. Menurut Selo Soermaridjan, alay
adalah suatu perilaku atau sikap para remaja Indonesia yang merasa dirinya
lebih unggur dari remaja yang lain dan mereka cenderung ingin mereka cenderung
ingin diakui keberadannya.
Variasi
bahasa berkenaan dengan penggunaanya, pemakaiannya, atau fungsinya disebut
fungsiolek, ragam, atau regrister. Variasi ini biasanya dibicarakan berdasarkan
bidang penggunaan, gaya, atau tingkat keformalan dan sarana penggunaan. Variasi
bahasa berdasarkan fungsi ini lazim disebut register.
Dalam pembicaraan tentang register ini biasanya dikaitkan denagan masalah
dialek. Kalau dialek berkenaan dengan bahasa itu digunakan oleh siapa, di mana,
dan kapan, maka register berkenaan dengan masalah bahasa itu di gunakan untuk
kegiatan apa. Jadi menurut saya, penggunaan bahasa alay dalam kalangan remaja
ini termasuk dalam variasi bahasa dari segi pemakaian.
BAB II
PEMBAHASAN
Bahasa adalah lambang bunyi yang
bersifat arbitrer atau manasuka, yang artinya adanya hubungan antara lambang
dan yang dilambangkannya tidak bersifat wajib, dapat berubah serta tidak dapat
dijelaskan mengapa lamabang tersebut mempunyai
makna tertentu. Bahasa bersifat produktif, artinya dengan sejumlah unsur
yang terbata, namun dibuat satuan-satuan ujaran yang hampir tidak terbatas.
Bahasa itu bersifat dinamis, maksudnya bahasa dapat berubah-ubah sewaktu-waktu.
Bahasa itu beragam, artinya, meskipun sebuah bahasa mempunyai kaidah atau pola
tertentu yang sama, namun karena bahasa itu digunakan oleh penutur yang
heterogen yang mempunyai latar belakang sosial dan kebiasaan yang berbeda.
Bahasa bersifat manusiawi. Artinya, bahasa sebagai alat komunikasi verbal hanya
dimiliki manusia.
Menurut
saya bahasa alay adalah bahasa yang diciptakan oleh remaja yang mengikuti
perkembangan zaman, dan perkembangannya disebar luaskan melalui media
sosial(facebook, instagram, tweeter, dan lain sebagainya). Munculnya media
sosial menjadi pendorong semakin banyaknya remaja yang menggunakan bahasa alay.
Dengan begitu remaja semakin mudah untuk mendapatkan kosa kata baru untuk
mengikuti perkembangan bahasa alay. Semakin remaja itu mengikuti perkembangan
bahasa alay, maka remaja itu dianggap sebagai remaja yang gaul.
Beberapa contoh penulisan bahasa alay yang sedang marak di kalangan remaja
Indonesia:
1.
Menempatkan huruf kapital di sembarang
tempat.
Contoh : mAu nGapaIn? (mau ngapain?)
2.
Menggunakan singkatan dalam percakapan
dengan temannya.
Contoh : Lagi duknis(duduk manis) nih.
3.
Mengganti huruf.
Contoh : Cemoga besok tidak hujan. (semoga besok tidak hujan.)
A.
Faktor
yang mempengaruhi berkembangnya bahasa alay di kalangan remaja
Bahasa adalah
suatu alat untuk menyampaikan segala sesuatu yang ada di pikiran kita dan
sebagai alat untuk berinteraksi anatara individu dengan individu lain. Dalam
arti lain, bahasa adalah bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang bersifat
arbiter ( manasuka ).
Bahasa alay
adalah bahasa yang sering di gunakan dalam kalangan remaja yang tingkat
kedewasaannya masih rendah ( labil ). Selain itu, bahasa alay merunut
narasumber juga mempermudah mereka melakukan komunikasi tertulis dan lisan
dengan teman-teman di sekitarnya. Namun, dengan seiring banyak faktor yang mempengaruhi
ada juga narasumber yang sudah tidak menggunakannya lagi.
Beberapa faktor
yang mempengruhi penggunaan bahasa alay ;
1.
Faktor
sosial
Faktor sosial
timbul dari orang di sekitar kita. Bisa saja kita ikut larut dengan pergaulan
yang kerap kali kita datangi sehari-hari. Faktor sosial sangat berpengaruh
besar terhadap berkembangnya bahasa alay ini. Lingkungan kita banyak yang
menggunakan bahasa alay, akan tetapi kita tidak menggunakannya, pasti saja kita
akan menjadi bahan ejekan teman-teman disekitar kita. Maka dari itu kita pasti
akan menggunakannya dan mengikuti perkembangannya.
2.
Faktor
media sosial
Faktor media
juga sangat berpengaruh dalam perkembangan bahasa alay ini. Karena tidak dapat
dipungkiri lagi bahwa semua kalangan pasti menggunakan media sosia. Banyak juga
anak-anak yang seharusnya belum menganal media sosial akan tetapi sudah pandai
untuk mengoprasikannya. Kerap kali para remaja menulis status mereka di media
sosial, hal ini juga mempengaruhi akan semakin berkembangnya bahasa alay
semakin cepat. Penggunaan bahasa dengan media sosial saling berkaitan erat,
dimana bahasa sering kali digunakan untuk mencarai informasi dan berkomunikasi.
3.
Faktor
usia
Faktor usia juga
dapat berpengaruh dalam berkembangnya bahasa alay saat ini. Tingkat kedewasaan seseorang
biasanya sangat berpengaruh. Tidak jarang juga yang usianya sudah dewasa akan
tetapi pemikirannya seperti anak kecil. Banyak juga orang-orang dewasa yang
menggunakan bahasa alay. Akan tetapi kebanyakan yang menggunakan bahasa alay
adalah remaja awal (12-15 tahun), remaja tengah (15-18 tahun), dan remaja akhir
(18-21 tahun).
B.
Perkembangan Bahasa Alay Dikalangan Remaja
Perkembangan
bahasa alay dalam kalangan remaja berkembang sangat pesat. Bahkan hampir semua
remaja menggunakan bahasa alay. Karena kebanyakan remaja beranggapan bahwa
bahasa yang mereka gunakan itu adalah bahasa yang paling mengikuti perkembangan
zaman.
Dikhawatirkan dengan pesatnya perkembangan
bahasa alay ini akan menggantikan pentingnya bahasa indonesia. Jika hal ini terjadi
sudah dapat dipastikan bahasa indonesia akan menjadi bahasa yang ternomor
duakan. Sebaiknya kita sebagai generasi penerus bangsa harus menjaga keutuhan
Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Faktor yang
mempengaruhi semakin berkembangnya bahasa alay dalam kalangan remaja adalah
faktor sosial, faktor media sosial, dan faktor usia. Faktor-faktor tersebut
sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan bahasa alay. Dengan adanya
faktor-faktor itu semakin mudah remaja untuk mendapatkan kosa kata bahasa alay
yang baru.
Perkembanagn
bahasa alay di kalangan remaja saat ini sangat berkembang sangat pesat. Karena
mereka beranggapan bahwa bahasa alay adalah bahasa yang sangat kekinian dan
membuat mereka tidak ketinggalan zaman.
B. Saran
Untuk
menjaga keutuhan berbahasa indonesia dengan baik dan benar, sebaiknya para
remaja menghilangkan budanya berbahasa asing terutama bahasa alay. Jika para
remaja tetap menggunakan bahasa alay dalam kesehariannya, maka dapat di
pastikan kepopuleran Bahasa Indonesia akan tergantingan. Maka dari itu, sebagai
generaasi bangsa ini kita harus menjaga bahasa kesatuan kita dengan sebaik
mungkin.
Daftar
Pustaka
Chaer, Abdul
dan Leoni Agustina. 2010. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta : Rineka
Cipta
Komentar
Posting Komentar