Peristiwa
Tutur dan Bahasa dalam Keseharian yang digunakan di kos-kosan KAD
Disusun
oleh:
Renny
Styawati
16410010
PBSI.FPBS.
Universitas PGRI Semarang
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah Kehidupan anak kost setiap
harinya sangatlah berbeda dari kehidupan yang dialami sebelum kos. Salahsatunya
biasanya bahasa yang digunakan di dalam area kos-kosa tersebut. Banyak
perubahan yang mencolok ketika sedang memasuki kost dan perubahannya yaitu
salah satunya bahasa yang digunakan keseharian di dalam kost sampai merubah
segi bahasa yang dulu pernah di bawanya maksudnya bahasa aslinya.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas,
maka penulis didasarkan pada keseharian yang penulis lakukan di kos KAD.
menulis hasil penelitian dengan judul “Peristiwa
Tutur dan Bahasa dalam Keseharian yang digunakan di kos-kosan KAD”.
B. Rumusan
Masalah
Dalam suatu penelitian ilmiah perumusan masalah merupakan
hal yang sangat penting, karena perumusan masalah akan memudahkan dalam
melakukan penelitian dan dalam mencari jawaban yang lebih akurat.
Adalah hal-hal yang menyebabkan terjadinya Peristiwa
Tutur dan Bahasa dalam Keseharian yang digunakan di kos-kosan KAD, antara lain :
1. Bagaimana
istilah-istilah khusus yang digunakan pada bahasa di dalam kos-kosan KAD?
2. Bagaimanakah
pengaruh penggunaan bahasa yang digunakan di dalam kos-kosan KAD?
C. Tujuan dan Manfaat
1. Tujuan
a. Untuk
mengetahui istilah-istilah khusus yang digunakan pada bahasa, di dalam
kos- kosan KAD?
b. Untuk
mengetahui pengaruh bahasa yang digunakan di dalam kos-kosan KAD?
2. Manfaat
a. Memberikan
pengetahuan tentang penggunaan bahasa di dalam kos-kosan KAD.
b. Memberikan
pengetahuan tentang istilah-istilah bahasa yang digunakan di dalam kos-kosan KAD?
D. Teori
Menurut Dell Hymes (1972), seorang pakar sosiolinguistik
terkenal, bahwa suatu peristiwa tutur harus memenuhi delapan komponen, yaitu:
· Setting and
scene_berkenaan dengan tempat dan waktu = dalam suasana ramai dan gaduh di kos-kosan kad
·
Participants_antar
teman satu dengan yang lain di kos-kosan kad
·
Ends_peristiwa
tutur di kos-kosan kad dalam kepada penguni luar
·
Act sequence_yaitu
bentuk ujaran dengan bahasa yang berbeda-beda
·
Key_yaitu nada yang
digunakan adalah dengan spontan dan senang hati
·
Instrumentalities_yang
digunakan seperti jalur lisan, antar penghuni kos-kosan kad
·
Norm of
Interaction_yaitu dengan cara bertanya
·
Genre_bentuk penyampaiannya
seperti narasi, menceritakan kisah anak di kos kad
Menurut Ferdinand de Saussure (1916) membedakan antara
yang disebut langage,langue, dan parole. Ketiga istilah yang berasal darti bahasa Prancis itu, dalam
bahasa Indonesia secara tidak cermat, lazim dipadankan dengan satu istilah,
yaitu bahasa. Dalam bahasa Prancis langage
digunakan untuk menyebut bahasa sebagai sistem lambang bunyi yang digunakan
manusia untuk berkomunikasi dan
berinteraksi secara verbal diantara sesama.
Langue dimaksudkan sebgai sebuah sistem lambang bunyi yang
digunakan oleh sekelompok anggota masyrakat tertentu untuk berkomunikasi dan
berinteraksi sesamanya.
Palore bersifat kongkrit, karena merupakan pelaksanaan dari langue dalam bentuk ujaran atau tuturan
yang dilakukan oleh anggota masyrakat didalam berinteraksi atau berkomunikasi
sesamanya.
E. Metode
Metode
yang digunakan dalam penelitian penggunaan pada bahasa di dalam kos-kosan KAD
adalah observasi. Observasi yang dilakukan adalah observasi partisipatoris.
BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil
Ø Istilah-istilah
kusus yang digunakan pada bahasa dalam kos-kosan KAD
penggunaan bahasa yang dilakukan di
dalam kos-kosan kad sangatlah berbeda dengan yang dilakukan oleh masyarakat
sekitar kos-kosan kad, bahasa yang digunakan lebih fulgar dan kekinian dan
sulit dipahami oleh banyak orang terutama masyarakat sekitar kos-kosan kad
misalny pk=pendidik kekinian, gatela=ketika marah, mangkal= ketika sedang
pergi, berjuang=ketika berangkat kuliah, ini yang membedakan dengan bahasa yang
lain terutama bahasa disekitar kos-kosan kad.
Ø Untuk
mengetahui pengaruh bahasa yang digunakan di dalam kos-kosan kad
Bahasa merupakan hal yang sangat penting
dalam proses komunikasi. Sama halnya dengan anak kos-kosan kad dan ada beberapa
komunikasi yang digunakan seperti:
1. Pemahaman
bahasa misalnya berbicara anak kos kad kamar satu dengan kamar yang lain.
2. Berkumpul
dan berbincang-bincang di dalam kos kad bisa memahami istilah bahasa kos kad.
3. Kegiatan
bercakap-cakap dan bercerita satu sama yang laen di dalam kos-kosan KAD.
B. Pembahasan
Masalah
Kehidupan anak kost setiap harinya sangatlah berbeda dari kehidupan yang
dialami sebelum kos. Salahsatunya biasanya bahasa yang digunakan di dalam area
kos-kosa tersebut. Banyak perubahan yang mencolok ketika sedang memasuki kost
dan perubahannya yaitu salah satunya bahasa yang digunakan keseharian di dalam
kost sampai merubah segi bahasa yang dulu pernah di bawanya maksudnya bahasa
aslinya.
Adapun cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah :
2. Dengan membiasakan diri untuk berbaur kepada teman-teman
kost, agar mempermudah dalam penggunaan bahasa sehari-hari.
3. Agar setiap anak kos yang pindah ke kos KAD memahami
bahasa yang digunakan di dalam kost KAD.
4. Untuk junior kost agar tidak malu, untuk bertanya apa
yang belum di mengerti di kost KAD kepada senior kost.
BAB
III
SIMPULAN
A. Simpulan
Dari masalah yang terjadi di dalam kos KAD tersebut, adapun kesimpulan yang akan
penullis lampirkan di bawah :
1. Agar mereka yang berpindah
dan mempunyai lingkungan baru tidak
cenderung mengadopsi sistem sosial yang mereka dapatkan di lingkungan lama mereka.
2. Supaya sedikit demi sedikit
mulai melupakan sistem sosial dari daerah asalnya. suatu perubahan yang
bersifat signifikan dan merupan suatu proses adaptasi lingkungan yang dilakukan
oleh mereka yang menjalani kehidupan di kost baru.
BAB
IV
DAFTAR
PUSTAKA
A. Daftar
Pustaka
Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. Sosiolinguistik: Perkenalan Awal.
Jakarta:PT Rineka Cipta. 2010.

Komentar
Posting Komentar