Kedwibahasaan yang Terbentuk dan Berkembang dalam Sekumpulan Penggemar Budaya Korean Pop di Sekitar Semarang
Kedwibahasaan yang Terbentuk dan
Berkembang dalam Sekumpulan Penggemar Budaya Korean Pop di Sekitar Semarang
Almira
Wulan Sari
16410046
3B
moonhana26@gmail.com
Program Studi Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia
Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni
Universitas PGRI Semarang
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Era modernisasi efek dari globalisasi mengubah gaya hidup seseorang bahkan sampai mempengaruhi budaya dan tradisi suatu negara. Budaya negara lain yang saat ini merambah dunia anak muda Indonesia adalah budaya Korea. Karena kemajuan teknologi dan informasi, budaya Korea itu masuk dan mempengaruhi anak muda dengan sangat cepat. Apalagi dengan adanya drama Korea yang popular dan grup-grup musik yang tak kalah popular dikalangan remaja, dapat dengan mudah diakses melalui gawai dan media lainnya. Maraknya budaya korea dikalangan anak muda ini disebut dengan istilah Hallyu/Korean Wave, dan K-Pop merupakan salah satu genre musik Korea yang sangat digandrungi anak muda.
Musik populer Korea (K-Pop) merupakan sebuah jenis musik yang memadukan berbagai jenis aliran musik seperti pop, hip-hop, rap, rock, R&B, dan electronic music, yang berasal dari Korea Selatan. Musik populer ini telah mengalami peningkatan popularitas yang begitu pesat. Peningkatan popularitas musik populer Korea dapat dilihat dari semakin dikenalnya para penyanyi Korea hampir di seluruh belahan dunia.
Perkembangan musik populer Korea ternyata diiringi oleh munculnya sebuah fenomena kebahasaan berupa istilah-istilah yang sering digunakan K-Popers (penggemar musik dan budaya Korea) dalam berkomunikasi. Istilah-istilah tersebut muncul dalam bahasa Korea, bahasa Inggris, atau gabungan antara bahasa Inggris dan Korea. Dalam penelitian ini, istilah-istilah yang dianalisis antara lain penggunaan kosakata dan istilah-istilah bahasa Inggris dan Korea dalam komunitas K-Pop Semarang.
Era modernisasi efek dari globalisasi mengubah gaya hidup seseorang bahkan sampai mempengaruhi budaya dan tradisi suatu negara. Budaya negara lain yang saat ini merambah dunia anak muda Indonesia adalah budaya Korea. Karena kemajuan teknologi dan informasi, budaya Korea itu masuk dan mempengaruhi anak muda dengan sangat cepat. Apalagi dengan adanya drama Korea yang popular dan grup-grup musik yang tak kalah popular dikalangan remaja, dapat dengan mudah diakses melalui gawai dan media lainnya. Maraknya budaya korea dikalangan anak muda ini disebut dengan istilah Hallyu/Korean Wave, dan K-Pop merupakan salah satu genre musik Korea yang sangat digandrungi anak muda.
Musik populer Korea (K-Pop) merupakan sebuah jenis musik yang memadukan berbagai jenis aliran musik seperti pop, hip-hop, rap, rock, R&B, dan electronic music, yang berasal dari Korea Selatan. Musik populer ini telah mengalami peningkatan popularitas yang begitu pesat. Peningkatan popularitas musik populer Korea dapat dilihat dari semakin dikenalnya para penyanyi Korea hampir di seluruh belahan dunia.
Perkembangan musik populer Korea ternyata diiringi oleh munculnya sebuah fenomena kebahasaan berupa istilah-istilah yang sering digunakan K-Popers (penggemar musik dan budaya Korea) dalam berkomunikasi. Istilah-istilah tersebut muncul dalam bahasa Korea, bahasa Inggris, atau gabungan antara bahasa Inggris dan Korea. Dalam penelitian ini, istilah-istilah yang dianalisis antara lain penggunaan kosakata dan istilah-istilah bahasa Inggris dan Korea dalam komunitas K-Pop Semarang.
1.2 Rumusan
Masalah
1. Apakah penggunaan istilah-istilah
dalam dunia K-Pop mempengaruhi kehidupan penggunanya?
2. Bagaimana makna istilah-istilah bahasa
Inggris dalam musik populer Korea apabila dibandingkan dengan makna secara umum?
3. Apakah para penggemar K-Pop
konsisten dengan perilakunya?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengaruh istilah-istilah
dalam dunia K-Pop terhadap kehidupan penggunanya.
2. Mendeskripsikan makna istilah-istilah
bahasa Inggris dalam musik popular Korea apabila dibandingkan dengan maknanya
dalam kamus.
3. Mengetahui apakah penggemar K-Pop
konsisten dengan perilakunya.
1.4 Landasan Teori
Secara harfiah, bilingualisme/kedwibahasaan berkenaan dengan penggunaan dua bahasa atau dua kode bahasa. Secara sosiolinguistik, secara umum, bilingualisme diartikan sebagai penggunaan dua bahasa oleh seorang penutur dalam pergaulannya dengan orang lain secara bergantian (Mackey 1962: 12, Fishman 1975: 73). Untuk dapat menggunakan dua bahasa, tentunya seseorang harus menguasai kedua bahasa itu. Pertama, bahasa ibunya sendiri, dan yang kedua adalah bahasa lain. Orang yang menggunakan kedua bahasa itu disebut dwibahasawan.
Secara harfiah, bilingualisme/kedwibahasaan berkenaan dengan penggunaan dua bahasa atau dua kode bahasa. Secara sosiolinguistik, secara umum, bilingualisme diartikan sebagai penggunaan dua bahasa oleh seorang penutur dalam pergaulannya dengan orang lain secara bergantian (Mackey 1962: 12, Fishman 1975: 73). Untuk dapat menggunakan dua bahasa, tentunya seseorang harus menguasai kedua bahasa itu. Pertama, bahasa ibunya sendiri, dan yang kedua adalah bahasa lain. Orang yang menggunakan kedua bahasa itu disebut dwibahasawan.
1.5 Metode Penelitian
1. Metode Pengumpulan Data
Dalam
penelitian ini data dikumpulkan dengan tiga cara. Sumber data awal dari
penelitian ini adalah tulisan berupa daftar istilah-istilah yang popular dalam
musik populer Korea bersumber dari internet. Cara selanjutnya yaitu dengan
membagikan kuesioner daring dan wawancara langsung dengan penggemar Korean Pop di Semarang.
2. Metode Analisis Data
Berikut ini peneliti uraikan cara penganalisisan data guna
menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini:
a. Mengumpulkan data yang didapat dari
internet, kuesioner, dan wawancara
b. Menyingkronkan data, apakah terdapat
kesamaan antar sumber yang didapat dengan buku Sosiolinguistik
Perkenalan Awal karya Abdul Chaer
dan Leonie Agustina
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengaruh istilah-istilah dalam dunia K-Pop terhadap kehidupan penggunanya
Istilah/bahasa adalah kata atau gabungan kata
yang digunakan di dalam konteks tertentu.
Sedangkan K-pop, kepanjangannya Korean Pop
("Musik Pop Korea"), adalah jenis musik populer yang berasal dari Korea Selatan
. Banyak artis dan kelompok musik pop Korea sudah menembus batas dalam negeri
dan populer di mancanegara. Kegandrungan akan musik K-Pop merupakan bagian yang
tak terpisahkan daripada Demam Korea (Korean Wave) di berbagai negara. Maka dari itu, konteks yang akan dibahas dalam
artikel ilmiah ini ialah pengaruh budaya K-Pop di Indonesia, khususnya di Kota
Semarang.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan melalui
kuesioner dan wawancara kepada sejumlah penggemar budaya korea, dapat diambil
hasilnya, bahwa penggunaan kosakata dalam budaya tersebut mempengaruhi hidup
mereka. Dengan kegemaran itulah, memacu semangat mereka untuk belajar bahasa
Korea karena itu semua erat kaitannya dengan apa yang mereka sukai.
Berikut
contoh kosakata yang biasa dikenal K-Popers berdasarkan sumber internet: aegyo, gwiyomi, aigoo, aniya, omo, oppa,
eonnie, saeng, jinjja, gomawo, gamsahamnida, banmal/nonformal, joen-dae
mal/formal, daebak, flower boy/kkotminam, hwaiting, maknae, sasaeng.
Ternyata, beberapa dari banyaknya kosakata di atas,
memang banyak diketahui oleh penggemar budaya Korea di sekitar Semarang.
Sehingga, mereka dapat kita sebut sebagai dwibahasawan, karena menggunakan
bahasa ibu (bahasa Indonesia atau bahasa daerah) dan bahasa Korea.
2.2 Kemunculan istilah-istilah bahasa Inggris dalam musik populer Korea
Bahasa Inggris berperan penting karena digunakan dalam
berbagai bidang seperti kesenian, pendidikan, bisnis, media, dan pemerintahan.
Pada artikel ini, peran bahasa Inggris yang dibahas adalah bidang kesenian,
khususnya budaya K-Pop. Dalam budaya K-Pop terdapat kosakata bahasa Inggris
yang digunakan untuk mengomunikasikan suatu hal. Penggunaan kosakata bahasa
Inggris itu ada karena para penggemar K-Pop bukan hanya orang-orang Korea
Selatan saja, melainkan dari berbagai negara yang pastinya memiliki bahasa yang
berbeda-beda, sehingga digunakan bahasa internasional dalam menyebarkan
budayanya. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan banyaknya lirik dari lagu-lagu
K-Pop yang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa seperti bahasa Inggris, Arab,
Prancis, Vietnam, dll.
Kemunculan
istilah-istilah bahasa Inggris dalam musik populer Korea sendiri diasumsikan
karena pengaruh bahasa Inggris sebagai bahasa internasional yang digunakan oleh
banyak orang di dunia. Sedangkan kosakata yang sering digunakan para penggemar
K-Pop dalam berkomunikasi dengan sesamanya, biasanya muncul berdasarkan
kebiasaan mendengar lagu Korea atau menonton drama Korea.
Berikut
contoh kosakata baik dalam bahasa Inggris maupun gabungan antara bahasa Inggris
dan bahasa Korea berdasarkan sumber internet: Comeback/comeback stage, 4d idol, bias/bias
list, ship, fan service, variety idol, (gabungan: fake maknae, evil
maknae, yaja time, gwiyomi song, hyeong line, maknae line, sasaeng fan),
fandom, fanwar, mv, debut/debut stage, abs/abdomens, age line, antis/anti fans,
all kill, boygroup, girlgroup, cf/commercial films, collarbone, encore/hits
playlist, eye smile, fangirl/fanboy, fansite, fanchant, fanclub, goodbye stage,
gummy smile, happy virus, fighting/hwaiting, lightstick, idol, ot/one true,
rookie, otp/one true pairing/shipper, skinship, selca, stan, trainee, ultimate
bias.
Mengenai makna bahasa Inggris di atas
sesuai dengan budaya korea dan makna pada umumnya sebenarnya sama, namun
istilah-istilah di atas karena saking familiarnya di telinga penggemar budaya
Korea, sehingga dianggap bukan bahasa Inggris lainnya, yang barangkali jarang
didengar dan susah diucapkan.
2.3 Konsistensi
penggunaan istilah-istilah dalam budaya Korea
Berbicara mengenai "apakah penggemar budaya Korea
konsisten dengan perilakunya menggunakan bahasa Korea", jawabannya adalah
tidak. Karena, menurut penelitian yang sudah dilakukan, penggemar budaya Korea conditionally dalam menggunakannya (sesuka hati).
BAB III
PENUTUP
3.1
Simpulan
Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar penggemar K-Pop conditionally dalam menggunakan
istilah-istilah budaya Korea. Dan mereka merasa bahwa apa yang mereka lakukan itu,
berpengaruh dalam hidupnya. Dampaknya, baik sadar maupun tidak sadar mereka
jadi hapal dengan beberapa kosakata korea berkat hobi mereka sendiri, yaitu
menggemari musik-musik dan drama korea.
Berkaitan kegemaran itu, muncullah istilah-istilah bahasa Inggris dalam budaya korea. Hal tersebut diasumsikan karena pengaruh bahasa
Inggris sebagai bahasa internasional yang digunakan oleh banyak orang di dunia. Jadi, dengan adanya gabungan antara
kosakata korea dan inggris tadi, memudahkan penggemar budaya korea khususnya Korean Pop, dalam memahami maksud dari
suatu istilah.
Kegiatan yang mereka lakukan itu, menggunakan
istilah-istilah dalam budaya Korea, tidak selalu mereka lakukan, karena hanya
digunakan ketika mereka ingin menggunakan saja, khususnya dengan sesama
penggemar budaya Korea.
DAFTAR PUSTAKA
Chaer Abdul, Leonie Agustina. 2010. Sosiolinguistik Perkenalan Awal.
Jakarta: Rineka Cipta.
https://ms.wikipedia.org/wiki/Istilah
https://id.wikipedia.org/wiki/K-pop
http://blogmissdu.blogspot.co.id/2016/04/sikap-dan-perilaku-pencinta-k-pop.html
https://bacaterus.com/istilah-k-pop/
http://www.gogirl.id/news/buzz/10-istilah-istilah-ini-cuma-fans-k-pop-yang-tahu-D06549.html
https://dagelan.co/fans-kpop-kamu-harus-tau-istilah-istilah-ini
Komentar
Posting Komentar